Jakarta, 4 November 2025 — Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Perusahaan Pengendalian Hama Indonesia (DPP ASPPHAMI) menggelar rapat koordinasi dengan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (PPSDMKHIT) — Badan Karantina Indonesia (Barantin) setara dengan kementrian.
Pertemuan ini membahas rencana penyelenggaraan Pelatihan Teknis Fumigasi Fosfin (PH₃) dan Sistem Manajemen Mutu, yang bertujuan meningkatkan kompetensi tenaga profesional di bidang fumigasi serta memastikan penerapan standar mutu yang berkelanjutan di sektor pengendalian hama dan karantina.
Rapat berlangsung dalam suasana konstruktif dan produktif, dengan kedua pihak menegaskan pentingnya sinergi antara lembaga pemerintah dan asosiasi profesi dalam mendukung terciptanya praktik fumigasi yang aman, efisien, dan sesuai regulasi nasional maupun internasional.
Ketua Umum DPP ASPPHAMI, Ir Zulkirman Eskabe, menyampaikan bahwa pelatihan ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam peningkatan kapasitas sumber daya manusia anggota ASPPHAMI agar sejalan dengan kebutuhan dunia usaha dan standar Barantin.
> “Kami berkomitmen untuk memastikan seluruh anggota Fumigasi ASPPHAMI memiliki kompetensi teknis yang sesuai standar, terutama dalam penggunaan Phospin (PH₃) yang membutuhkan ketelitian dan pengawasan ketat,” ujarnya.
> “Kemitraan dengan ASPPHAMI menjadi wujud konkret peran dunia usaha dalam mendukung program pengembangan SDM karantina dan peningkatan sistem manajemen mutu di lapangan,” jelasnya.
Kedua lembaga sepakat untuk menyusun peta jalan pelatihan, termasuk kurikulum teknis, mekanisme sertifikasi, serta sistem evaluasi mutu pelaksanaan pelatihan. Hasil rapat ini diharapkan menjadi dasar pelaksanaan kegiatan pelatihan pada tahun mendatang.
Kolaborasi ini menunjukkan komitmen bersama antara ASPPHAMI dan Barantin untuk terus memperkuat kapasitas nasional dalam bidang fumigasi, keamanan hayati, dan mutu layanan, demi mendukung daya saing sektor pertanian dan ekspor Indonesia. Aspphami Channel/AH

